Dia menyebutkan, sang investigator adalah mantan detektif yang telah bekerja di bidang penyelidikan perjudian selama 30 tahun.
“Dia menunjukkan lencananya kepada saya dan masuk serta mengambil gambar paspor saya dan meminta untuk melihat laporan bank. Itu konyol," imbuh dia.
Baca Juga:
Menteri Imipas Sebut Hingga Kini Tak Ada Pembahasan Pemulangan Reyhnard & Hambali
“Dia malu dan terus meminta maaf. Dia juga berkata jika dia hanyalah pembawa pesan. Bagaimana mereka bisa memperlakukan orang seperti ini?" katanya.
Masalah Amelia Barnham dimulai dua hari setelah pengundian, ketika dia pergi ke Kantor Pos untuk mencoba mengumpulkan kemenangannya.
Staf di sana menyuruhnya kembali ke Tesco tempat dia membeli tiket lotre.
Baca Juga:
PLN Bersama SKK Migas Gandeng University of Dundee Gelar Public Lecture, Kolaborasi Untuk Transisi Energi
Dia berhasil memvalidasi tiketnya, namun diberitahu bahwa dia perlu menghubungi Allwyn, yang menggantikan Camelot sebagai operator Lotto pada tanggal 1 Februari.
Barnham, yang tinggal di Hammersmith, London Barat, bersama suaminya Tony (69), mengirimkan gambar bagian depan dan belakang tiket kepada perusahaan dan diberi nomor klaim.
Kemudian, dia diberitahu bahwa seorang penyelidik akan mengunjungi rumahnya pada tanggal 28 Februari.