Invertebrata adalah vektor umum penyakit, yang berarti
mereka dapat menularkan patogen menular antara manusia atau dari hewan ke
manusia. Penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti malaria, menyumbang
hampir 20 persen dari semua penyakit menular di seluruh dunia dan bertanggung
jawab atas lebih dari 700 ribu kematian setiap tahun.
Namun studi epidemiologi jarang mempertimbangkan kekebalan
dan pemulihan invertebrata pada makhluk yang merupakan vektor penyakit manusia.
Mereka berasumsi bahwa setelah terpapar patogen, inang invertebrata akan
terinfeksi.
Baca Juga:
170 Tahun Jadi Misteri, Ahli Temukan Kaki Seribu Raksasa Panjangnya Hingga 2,6 Meter
Tapi bagaimana jika invertebrata bisa melawan penyakit ini
dan memutuskan mata rantai yang menularkannya ke manusia?
Saat mengamati spesies kecil zooplankton (Daphnia Dentifera)
sepanjang siklus hidupnya dan terpapar parasit jamur (Metschnikowia
bicuspidata), para peneliti melihat potensi ini beraksi. Beberapa plankton
pandai menghentikan spora jamur memasuki tubuh mereka dan yang lain
membersihkan infeksi dalam jangka waktu tertentu setelah menelan spora.
"Hasil kami menunjukkan bahwa ada beberapa pertahanan
yang dapat digunakan invertebrata untuk mengurangi kemungkinan infeksi, dan
bahwa kami benar-benar perlu memahami pertahanan kekebalan tersebut untuk
memahami pola infeksi," kata Merrill.
Baca Juga:
Ini Kata Pakar, Soal Penemuan Jejak Kaki Dinosaurus Terbesar di Inggris
Merrill awalnya hanya mempelajari kemampuan bertahan
plankton dari spora. Secara umum, spora bisa menyerang usus plankton, mengisi
tubuhnya dan tumbuh sampai mereka dilepaskan ketika inang akhirnya mati jika
gagal menangkalnya.
Namun Merrill justru melihat hal yang belum pernah direkam
sebelumnya, yakni beberapa plankton yang hancur itu pulih. Beberapa tahun
kemudian, dia menemukan bahwa ketika dihadapkan pada tingkat keterpaparan yang
sama, keberhasilan atau kegagalan infeksi ini bergantung pada kekuatan
pertahanan internal inang.