Salah satu faktor yang diduga turut mendorong lonjakan tersebut adalah meningkatnya kebutuhan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, Daihatsu mengaku belum dapat memastikan korelasi langsung antara program tersebut dengan peningkatan penjualan.
"Tetapi kami terus terang tidak bisa mengidentifikasi apakah memang ini dipicu juga oleh MBG," jelas Tri.
Baca Juga:
Wabup Toba Kunjungi SD 177679 Panamean, Hingga Saat ini Belum Pernah Menerima MBG
Secara industri, pasar kendaraan niaga memang menunjukkan peran yang semakin signifikan. Pada 2025, segmen ini berkontribusi sekitar 27% dari total pasar otomotif nasional atau lebih dari 222 ribu unit. Dalam lanskap tersebut, Gran Max tetap menjadi tulang punggung Daihatsu, bahkan mencatat dominasi di segmen pick up low dengan pangsa pasar mencapai lebih dari separuh.
Sejak diluncurkan pada 2007, Gran Max telah terjual lebih dari 900 ribu unit hingga awal 2026, mencerminkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap model ini sebagai kendaraan operasional. Selain faktor harga yang kompetitif, fleksibilitas model serta layanan purnajual yang luas menjadikannya memiliki daya saing.
Dengan jaringan lebih dari 260 outlet dan ribuan titik layanan di seluruh Indonesia, Daihatsu tampak mengandalkan kekuatan distribusi dan layanan sebagai benteng menghadapi gempuran pemain baru. Dalam konteks ini, persaingan bukan lagi sekadar soal produk, tetapi juga ekosistem layanan dan kepercayaan jangka panjang.
Baca Juga:
Peternak Dorong Pemerintah Masukan Telur Bebek Jadi Menu MBG
Di tengah gelombang pemain baru dan perubahan kebutuhan pasar, arah industri kendaraan niaga Indonesia tampak semakin dinamis.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.