"(Kecelakaan) Bengawan Solo, 2002. Saya tahu betapa panik, bingung,
sedih dari para keluarga korban pesawat jatuh," terangnya.
Kata Lutfi Agizal, dengan Anisa Bahar
menulis postingan itu hanya akan menambah kesedihan para korban.
Baca Juga:
Sriwijaya Air Beberkan Alasan 27 Ahli Waris Belum Dapat Ganti Rugi
"Saya sudah DM yang bersangkutan,
tapi belum direspons," kata Lutfi Agizal.
Meski belum merespons teguran itu,
tapi pantauan redaksi menunjukkan, Anisa Bahar telah
menghapus postingannya.
Ia tak lagi menampilkan postingan itu, dan mengganti dengan ucapan duka berupa pita hitam.
Baca Juga:
KNKT Beberkan Misteri Sriwijaya Air Jatuh di Kepulauan Seribu
"Our deepest condolences with sympathy for the lost," demikian
ucapan duka pada gambar yang diunggah Anisa Bahar tersebut. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.