WAHANANEWS.CO, Jakarta - Otak yang kecanduan menunda bukan rusak, tetapi sedang terlatih mencari rasa lega cepat setiap kali berhadapan dengan tugas yang terasa berat, membosankan, membingungkan, atau menakutkan.
Kebiasaan menunda sering terlihat seperti kemalasan, padahal banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa prokrastinasi lebih dekat dengan masalah regulasi emosi, kontrol diri, dan cara otak menimbang rasa tidak nyaman hari ini dengan konsekuensi di masa depan.
Baca Juga:
Luhut Bongkar Evaluasi MBG, Sebut Program Terlalu Buru-buru Dijalankan
Saat seseorang menunda pekerjaan, otak biasanya sedang memilih hadiah instan berupa rasa lega, hiburan, atau pelarian kecil, meski sadar bahwa keputusan itu bisa menambah stres beberapa jam atau beberapa hari kemudian.
Itulah sebabnya, cara mengatasinya bukan sekadar memaksa diri bekerja lebih keras, tetapi melatih ulang otak agar tidak selalu menganggap tugas sulit sebagai ancaman yang harus dihindari.
Berikut cara menyembuhkan pola otak yang kecanduan menunda dengan langkah yang lebih realistis dan berbasis riset.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
1. Berhenti Menunggu Mood, Mulai dari Gerakan Paling Kecil
Kesalahan terbesar orang yang suka menunda adalah menunggu mood datang sebelum mulai bekerja.
Padahal, mood sering kali baru muncul setelah tubuh mulai bergerak, bukan sebelum tugas dimulai.