Aktivitas digital itu kemudian dianggap menggantikan banyak aktivitas sosial di dunia nyata.
Untuk sementara waktu, para ahli sempat mengaitkan penurunan angka kelahiran dengan resesi besar pada 2008.
Baca Juga:
5 Aplikasi Edukasi Terbaik untuk Asah Otak dan Tambah Ilmu Lewat Smartphone
Saat itu, sistem keuangan global nyaris runtuh dan jutaan orang mengalami tekanan ekonomi berat.
Namun, ketika kondisi ekonomi mulai pulih, angka kelahiran ternyata tidak ikut kembali naik seperti yang diperkirakan.
Berbagai faktor lain juga sempat disebut sebagai penyebab, mulai dari meningkatnya penggunaan kontrasepsi, pendidikan perempuan yang makin tinggi, hingga mahalnya biaya perumahan dan perawatan anak.
Baca Juga:
Prediksi Elon Musk dan Zuckerberg Hp Segera Punah, Ini Penggantinya
Meski demikian, belum ada satu faktor pun yang benar-benar terbukti menjadi penyebab utama penurunan angka kelahiran tersebut.
Ekonom Middlebury College, Caitlin Myers, bersama mahasiswanya, Ezekiel Hooper, kemudian menguji dugaan bahwa kemunculan smartphone sejak peluncuran iPhone pertama pada 2007 mungkin ikut berperan dalam tren tersebut.
Hingga 2011, iPhone hanya tersedia melalui satu jaringan seluler di Amerika Serikat, yakni AT&T.