Studi lain yang diterbitkan pada Mei oleh ekonom Universitas Cincinnati, Nathan Hudson dan Hernan Moscoso Boedo, menemukan pola serupa dalam skala global sejak 2007.
Mereka menganalisis data Bank Dunia yang mengukur penetrasi smartphone dan tingkat kesuburan remaja di 128 negara.
Baca Juga:
Bukan Sekadar HP Lipat, Samsung Kembangkan Galaxy Z Slide dengan Layar Gulung
Dari analisis tersebut, penurunan angka kelahiran disebut semakin cepat setelah smartphone tersedia secara luas.
Fenomena itu ditemukan di banyak negara dengan kondisi layanan kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dan budaya yang sangat berbeda.
Menurut para peneliti, pola tersebut menunjukkan adanya guncangan teknologi global yang sama-sama memengaruhi banyak negara.
Baca Juga:
KONI Jambi Dorong IPSI Matangkan Program Jelang BK PON 2027 & PON 2028
Meski begitu, tidak semua akademisi langsung sepakat dengan kesimpulan tersebut.
Sebagian pihak tetap skeptis karena angka kelahiran remaja di Amerika Serikat sebenarnya telah menurun sejak awal 1990-an.
Penurunan itu terjadi jauh sebelum smartphone muncul dan digunakan secara luas.