Studi lain yang diterbitkan pada Mei oleh ekonom Universitas Cincinnati, Nathan Hudson dan Hernan Moscoso Boedo, menemukan pola serupa dalam skala global sejak 2007.
Mereka menganalisis data Bank Dunia yang mengukur penetrasi smartphone dan tingkat kesuburan remaja di 128 negara.
Baca Juga:
5 Aplikasi Edukasi Terbaik untuk Asah Otak dan Tambah Ilmu Lewat Smartphone
Dari analisis tersebut, penurunan angka kelahiran disebut semakin cepat setelah smartphone tersedia secara luas.
Fenomena itu ditemukan di banyak negara dengan kondisi layanan kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dan budaya yang sangat berbeda.
Menurut para peneliti, pola tersebut menunjukkan adanya guncangan teknologi global yang sama-sama memengaruhi banyak negara.
Baca Juga:
Prediksi Elon Musk dan Zuckerberg Hp Segera Punah, Ini Penggantinya
Meski begitu, tidak semua akademisi langsung sepakat dengan kesimpulan tersebut.
Sebagian pihak tetap skeptis karena angka kelahiran remaja di Amerika Serikat sebenarnya telah menurun sejak awal 1990-an.
Penurunan itu terjadi jauh sebelum smartphone muncul dan digunakan secara luas.