Jepang dan Korea Selatan juga sudah menggelontorkan investasi besar untuk kebijakan prokelahiran, tetapi hasilnya masih terbatas.
Di sisi lain, negara-negara termiskin di dunia, termasuk sejumlah wilayah di Afrika sub-Sahara, masih memiliki angka kelahiran yang tinggi.
Baca Juga:
5 Aplikasi Edukasi Terbaik untuk Asah Otak dan Tambah Ilmu Lewat Smartphone
Namun, negara berpenghasilan menengah seperti India dan Brasil juga mulai menghadapi penurunan angka kesuburan yang cepat.
Temuan mengenai smartphone dan penurunan angka kelahiran pun menambah babak baru dalam perdebatan global tentang krisis demografi.
Dari benda kecil di genggaman, perubahan besar pada pola hidup manusia ternyata bisa menjalar hingga urusan keluarga, kelahiran, dan masa depan populasi dunia.
Baca Juga:
Prediksi Elon Musk dan Zuckerberg Hp Segera Punah, Ini Penggantinya
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.