Ia memulai kariernya di Kalimantan
sebagai kuli bangunan. Profesi ini ia lakoni selama beberapa tahun guna
mendapatkan sesuap nasi.
Tak puas dengan apa yang ia raih, di
tahun 1972, ketika dirinya berusia 15 tahun, Tomy mencoba
peruntungan dengan menjalin sebuah bisnis yang yang dikerjakan bersama pihak
militer Indonesia.
Baca Juga:
Ditinjau Wali Kota Gunungsitoli, Eks Terminal Faekhu Bakal Dijadikan Kawasan Niaga Terintegrasi
Aksinya tersebut tergolong nekat.
Pasalnya, tidak semua etnis Tionghoa pada masa itu, berani berurusan dengan
kalangan militer.
Keberaniannya tersebut membuahkan
hasil, bisnis yang Tomy kerjakan bersama pihak militer terjalin dengan mesra.
Sejak saat itu, Tomy memiliki mimpi
untuk menjadi pengusaha yang sukses.
Baca Juga:
Kades Napajoring Berharap Perambah Hutan Segera Ditangkap Dan Diproses Secara Hukum
Jatuh Bangun dalam Hidup
Berbekal dengan pengalaman dan wawasan
yang telah ia miliki selama bekerja, dirinya memutuskan untuk banting setir
menjadi seorang investor yang memiliki saham pada sebuah proyek di Papua.