Perubahan pola ini juga terlihat dari cara wisatawan menikmati destinasi, di mana negara seperti Jepang dan Korea Selatan tetap menjadi favorit namun wisatawan kini cenderung tinggal lebih lama di satu tempat.
Mereka ingin mengeksplorasi sisi lokal yang lebih autentik, bukan hanya mengunjungi lokasi populer.
Baca Juga:
Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri Hindari Ditangkap Ukraina
Menurut Kitty, transformasi ini mulai menguat sejak meredanya pandemi COVID-19, di mana perjalanan kini dipandang sebagai sarana refleksi diri, bukan sekadar rekreasi.
Data juga menunjukkan minat bepergian telah melampaui level sebelum pandemi, dengan pasar wisata internasional tumbuh sekitar 14 persen pada 2024 dan wisata domestik mencapai 20 persen.
Memasuki 2025, pertumbuhan sektor pariwisata mulai stabil di kisaran satu digit.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
"Di 2025 sendiri, secara global ada peningkatan, tapi lebih stabil. Internasional dan domestik itu sekitar tujuh persen," ujar Kitty.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.