Sutaryo juga membantah keras anggapan bahwa proyek tersebut diprioritaskan karena menjadi akses menuju rumah keluarga Sri Suparni.
Menurutnya, proyek tersebut murni didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan kondisi jalan yang sudah tidak memadai untuk menampung lalu lintas kendaraan.
Baca Juga:
Jadi Bupati Sragen, Sigit Pamungkas Masih Tinggal di Rumah Berlantai Semen
"Jadi bukan karena ada keluarga pejabat yang sering pulang lewat ke sini. Bukan karena itu. Tidak ada hubungannya sama sekali. Cuma pas kebetulan saja dapat giliran anggarannya pas era Bupati Sragen sekarang," tegasnya.
Ia mengakui bahwa Sri Suparni memang merupakan warga asli Desa Sribit dan masih memiliki keluarga besar yang tinggal di wilayah tersebut.
Namun, kata dia, Sri Suparni sudah lama merantau ke Papua sebelum akhirnya menetap di Jakarta bersama sang suami.
Baca Juga:
Satu Truk Pengiriman Pupuk Bersubsidi dari Situbondo ke Sragen Digagalkan Polisi
Bahkan kedua orang tua Sri Suparni disebut telah meninggal dunia sehingga setiap kali pulang kampung, kunjungan lebih banyak dilakukan untuk bersilaturahmi dengan kerabat yang lebih tua.
"Bapak-ibunya (Sri Suparni) sudah seda (meninggal). Kalau pulang ke sini (Lebaran) sowan (berkunjung) ke keluarga lebih tua," tuturnya.
Dengan rampungnya proyek pelebaran tersebut, warga berharap akses transportasi menuju Desa Sribit semakin aman, lancar, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Sidoharjo.