Kapal selam kelas Chang Bogo adalah kapal selam yang
dirancang untuk melakukan operasi dengan kebisingan rendah. Setiap kapal selam
dilengkapi dengan sistem otomatis, untuk mengurangi beban kerja awak kapal.
Kapal selam itu awalnya dikembangkan oleh
Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) sebelum dikembangkan oleh Daewoo
Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Indonesia diketahui memiliki
beberapa kapal selam kelas tersebut.
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Kapal selam kelas Chang Bogo memiliki panjang 56 meter, beam
6,2 m dan draft 5,5 m. Perpindahan kapal yang terendam adalah 1.285 ton. Kapal
selam Kelas Chang Bogo dapat mengangku 33 anggota awak, seperti dikutip dari
Naval Technology.
Kelas Chang Bogo dilengkapi dengan sistem manajemen
pertempuran modern yang mengintegrasikan konsol multiguna untuk sonar, sistem
navigasi, dan sistem senjata. Kapal selam itu membawa total 14 torpedo SUT Mod
2. Setiap torpedo dapat membawa hulu ledak 260 kg untuk jarak maksimum 28km.
Melansir The Diplomat, Indonesia menggelontorkan uang hingga
US$1,1 miliar atau Rp15,9 triliun dalam kerjasama dengan Korsel untuk membangun
tiga unit kapal selam Kelas Chang Bogo.
Baca Juga:
Puing dan Sisa Tubuh Penumpang Kapal Titan Akhirnya Ditemukan!
Kelas Chang Bogo didukung oleh sistem propulsi diesel-listrik
yang mengintegrasikan empat mesin diesel MTU 12V 396 SE, satu motor listrik
Siemens, poros dan baling-baling. Sistem propulsi memberikan kecepatan
penyelaman maksimum 22 knot dan jangkauan 595 km.
4. Kelas Soryu (Rp7,1
triliun)