Kapal selam Kelas Soryu adalah kapal selam bertenaga
diesel-listrik yang dibangun oleh itsubishi Heavy Industries dan Kawasaki
Shipbuilding Corporation. Kelas Soryu adalah versi perbaikan dari kapal selam
kelas Oyashio.
Kapal itu mulai diluncurkan pada pada Desember 2007 dan ditugaskan
pada Maret 2009. Kelas Soryu mengusung desain hidrodinamik. Lambung kapa selam
itu terbuat dari baja dan dilapisi dengan lapisan anechoic untuk mengurangi
pantulan gelombang akustik.
Baca Juga:
2 Unit Kapal Selam Prancis Resmi Dibeli RI, Produksinya di Surabaya
Kapal tersebut memiliki panjang keseluruhan 84 m, lebar 9,1
m, dan kedalaman 10,3 m. Draf normal kapal selam adalah 8,4 m. Kelas Soryu
mampu mengangkut 65 kru, dan dapat berlayar dengan kecepatan permukaan 13 knot
dan kecepatan terendam 20 knot, serta memiliki jangkauan maksimum 610 meter
dengan kecepatan 6,5 knot.
Naval Technology mencatat Soryu dilengkapi dengan enam
HU-606 tabung 533mm torpedo untuk tipe 89 torpedo dan UGM-84 Harpoon
anti-kapal. arpoon memiliki jangkauan lebih dari 124 km dan kecepatan 864 km /
jam.
Melansir The Diplomat, satu unit kapal selam Kelas Soryu
baru yang menggunakan baterai lithium-ion diperkirkan seharga US$496 juta atau
Rp7,1 triliun. Baterai baru dilaporkan akan memungkinkan kapal selam untuk
mematikan propulsi diesel-listrik mereka dan beroperasi dengan tenaga baterai
saja untuk waktu yang lebih lama di bawah air.
Baca Juga:
Puing dan Sisa Tubuh Penumpang Kapal Titan Akhirnya Ditemukan!
5. Kelas Yasen/
Graney (Rp26 triliun)
Kapal selam kelas Yasen/ Graney adalah kapal selam serang
bertenaga nuklir. Kapal yang dibangun oleh galangan kapal Sevmash Rusia itu mampu
mengangkut 55 awak.