WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 519 masjid yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Sebanyak 519 masjid menjadi objek pemantauan siaga Ramadan dan Idulfitri tahun ini, dengan dua lokasi pantauan utama yaitu Masjid Istiqlal dan Istana Kepresidenan. Selain itu, PLN juga melakukan pantauan khusus di lima kawasan strategis, yaitu Monas, Bundaran HI, Pantai Festival Ancol, Kawasan Kota Tua, dan TMII.
Baca Juga:
Sinergi PLN dan Kementerian ESDM: Dorong “UMKM Tangguh, Energi Tumbuh” Lewat Bazar Semarak Ramadan 2026
Kepala Bidang Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Kombes Pol (Purn) Drs. KH. Zainuri Anwar, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memastikan keandalan listrik di Masjid Istiqlal, khususnya saat momentum ibadah besar seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Kami sangat mengapresiasi PLN yang telah mendukung seluruh aktivitas di Istiqlal melalui pasokan listrik yang andal. Salah satu dukungan yang sangat penting adalah pemasangan BESS _(Battery Energy Storage System)_ dengan kapasitas hingga 400 KVA yang mampu memastikan seluruh kegiatan di Masjid Istiqlal berjalan tanpa kendala kelistrikan,” ujar Zainuri.
Ia menambahkan bahwa dukungan infrastruktur kelistrikan tersebut memberikan rasa aman bagi pengelola masjid dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah berskala besar.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Peralatan dan Personil KHS di Monas, Perkuat Kesiapan Layanan Kelistrikan bagi Masyarakat
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian PLN terhadap Masjid Istiqlal. Semoga PLN senantiasa jaya, dicintai masyarakat, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dari sisi sistem kelistrikan, kondisi pasokan listrik di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya diproyeksikan dalam kondisi aman. Selama bulan Ramadan, daya mampu pasok mencapai 10.997 MW dengan beban puncak sebesar 5.545 MW, atau meningkat sekitar 5,86 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara pada saat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H, beban puncak diproyeksikan sebesar 3.886 MW, meningkat sekitar 1,3 persen dari tahun sebelumnya.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjaga keandalan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“PLN memastikan sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya dalam kondisi aman untuk mendukung seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri. Kami menyiagakan personel, peralatan, serta posko siaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya pada lokasi-lokasi ibadah dan pusat kegiatan masyarakat,” ujar Andy Adcha.
Sekilas Tentang PLN UID Jakarta Raya
PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya adalah salah satu unit di bawah PT PLN (Persero) yang menjalankan fungsi pendistribusian listrik sampai ke pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi _Green, Lean, Innovative,_ dan _Customer Focused_ demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. Mengimplementasikan aspirasi tersebut dengan tetap mendukung program Pemprov DKI Jakarta, PLN UID Jakarta Raya melengkapi inisiatifnya melalui Jakarta _Smart Electricity_ (JSE) 3.0 dengan enam pilar: _Smart Services, Smart Business, Smart Infrastructure, Smart Living, Smart Mobility,_ dan _Smart Sustainability_.
[Redaktur: Amanda Zubehor]