PLN NP kemudian melakukan tiga trip penerbangan helikopter di mana trip pertama difokuskan pada validasi landing zone, pengiriman perangkat komunikasi darurat, serta persiapan distribusi logistik.
Trip kedua dan ketiga digunakan untuk membawa logistik skala besar dan kebutuhan penting lain yang diperlukan di lapangan untuk menunjang percepatan pemulihan unit pembangkit.
Baca Juga:
Penguatan Statistik Kelistrikan Nasional Digenjot, ALPERKLINAS: Ini Momentum Reformasi Berbasis Data
Peralatan penunjang dan logistik yang dikirim meliputi genset, BBM, lampu, kabel, internet satelit, obat-obatan, makanan, hingga berbagai perlengkapan dasar yang dibutuhkan oleh unit serta masyarakat di sekitar lokasi bencana.
Pada tahap lanjutan, PLN NP menyiapkan pengiriman logistik melalui jalur lain seiring mulai terbukanya akses jalan menuju beberapa unit.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa keselamatan personel dan percepatan pemulihan suplai listrik tetap menjadi fokus tertinggi dalam penanganan bencana ini.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
“Kami bergerak cepat, menggunakan setiap opsi yang memungkinkan. Mengerahkan helikopter adalah keputusan yang kami ambil demi memastikan keselamatan insan PLN NP dan masyarakat, serta mempercepat pemulihan operasi pembangkit yang sangat krusial bagi pasokan listrik di wilayah terdampak.”
PLN NP memastikan bahwa upaya pemulihan akan terus dikebut dengan bekerja bersama pemerintah daerah, BASARNAS, TNI–Polri, BNPB, serta seluruh pihak terkait untuk memastikan pasokan listrik masyarakat di Sumatra Utara dan Aceh dapat pulih secepat mungkin.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]