WahanaNews.co | Penambang bernama Made Nurlatu (49) ditembak oleh anggota Brimob Bripka AB hingga tewas di lokasi tambang emas ilegal Desa Dava Kecamatan Wailata, Kabupaten Pulau Buru, Maluku Sabtu (29/1/022).
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat membenarkan peristiwa tersebut terjadi pukul 15:0 WIT.
Baca Juga:
Skandal Proyek Jalan Rp7,2 Miliar di Maluku, Empat Orang Jadi Tersangka
Ohoirat mengatakan anggota yang menembak penambang itu bertugas di Kompi III Pelopor Yon A Namlea.
Bripa AB, kata Ohoirat, terpaksa mengeluarkan tembakan buntut terjadi kesalahpahaman antarwarga di lokasi tambang.
"Peluru kemudian mengenai seorang warga dan meninggal dunia. Korban atas nama M. Nurlatu umur 49 tahun," ujar Ohoirat dalam pernyataan resmi, Sabtu (29/1).
Baca Juga:
13 Jam Sidang, Bripda MS Dipecat Tidak Hormat Usai Pelajar Tewas di Tual
Saat ini, kata Ohoirat Bripka AB sudah diamankan dan sementara dievakuasi ke Ambon untuk menjalani proses hukum.
Polda, sambungnya, tak akan memberi ampunan dan tidak akan melindungi anggota yang melanggar hukum.
"Kapolres sementara masih di TKP dan perkembangan lanjut akan kami sampaikan," ucapnya.
Bentrokan antarpenambang sempat pecah di kawasan penambang emas ilegal di gunung botak Desa Dava, Kecamatan Wailata, Kapupaten Pulau Buru pada Sabtu (29/1) pukul 15.00 WIT.
Dalam bentrokan tersebut sejumlah rumah tempat olahan emas terbakar, sepeda motor hingga mobil milik warga ikut terbakar. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.