Destinasi rusak ringan lainnya tercatat masing-masing satu lokasi di Aceh Tengah dan Subulussalam serta dua lokasi di Bireuen.
Adapun 18 destinasi wisata yang masuk kategori rusak sedang tersebar di Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Subulussalam, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Bireuen.
Baca Juga:
Percepat Pemulihan Usai Bencana di Sumatera, Polri Kerahkan Alat Berat
Tak hanya sektor pariwisata, bencana tersebut juga berdampak serius pada pelestarian warisan sejarah Aceh.
Sebanyak 162 cagar budaya dilaporkan terdampak bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten dan kota.
Murthalamuddin menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 56 cagar budaya mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.
Baca Juga:
Akibat Bencana Perusahaan Banyak Tutup, Masyarakat Terancam PHK
“Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota yang terdampak bencana,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Selasa (13/1/2025).
Ia menambahkan, saat ini pemerintah bersama berbagai pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah pemulihan pascabencana.
Upaya penanganan darurat, menurutnya, masih terus berlangsung sebagai tahap awal sebelum masuk ke fase pemulihan jangka menengah dan panjang.