Dia mengatakan, sejak kecanduan bensin, anaknya sering dibully. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan AY. Namun kebiasaan itu belum berubah.
Karena kondisi ini, dr Kurnia Budi dari Lanal Tanjungbalai merasa prihatin dan memeriksa kondisi kesehatan AY. Saat diperiksa AY, mengeluhkan sakit di bagian perutnya.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polri atas Komitmen Penegakan Hukum ke Penyalahgunaan BBM & LPG Subsidi
Meski begitu, secara keseluruhan kondisi fisiknya baik.
“(Dari pemeriksaan) Sejauh ini masih bagus dikarenakan dia (AY) sudah agak lama tidak mengkonsumsi (bensin), karena orang tuanya memperhatikan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dari anak tersebut, "ujar Budi.
Selanjutnya, Lanal Tanjungbalai memberikan pengobatan awal untuk AY. Budi mengatakan, ini bentuk perhatian khusus terhadap AY.
Baca Juga:
Harga BBM Non Subsidi Serentak Turun di Seluruh SPBU
"Memberikan edukasi dan pengobatan awal. Baik untuk sang anak dan orangtuanya. Untuk menghilangkan kebiasaan buruknya, serta pemberian obat dan vitamin. Karena anak ini susah makan," ujar Budi. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.