Kejadian angin puting beliung itu dikatakannya terjadi begitu cepat saat hujan deras.
Awalnya ia mendengar angin bergemuruh dari belakang rumahnya, lalu seketika rumahnya yang sederhana itu porak-poranda.
Baca Juga:
Bencana Hidrometeorologi Meluas, BNPB dan BPBD Terus Lakukan Penanganan di Daerah Terdampak
Atap rumahnya yang berbahan seng bertebangan serta berjatuhan. Sementara sebagian tembok rumahnya roboh.
“Kami bertiga di rumah, saya dan dua anak saya. Cuaca sedang hujan juga angin kencang,” tutur Kadek Tika mengawali kesaksiannya.
“Tiba-tiba saya dengar bunyi angin gemuruh dari belakang rumah, dan dalam hitungan detik semua sudah begini (hancur, red),” lanjut Kadek Tika, sembari menunjukkan rumahnya yang hancur.
Baca Juga:
Besok, PMI Sumedang Salurkan Logistik untuk Warga Terdampak Bencana di Dua Kecamatan
Setelah mendengar bunyi gemuruh angin, mereka bertiga seketika panik.
Anaknya yang pertama langsung berlari keluar, sementara Kadek Tika bergegas ke dalam rumah untuk menyelamatkan anaknya.
Sayangnya, sebuah batako sudah lebih dulu jatuh dan menimpa anak keduanya yang berusia empat tahun tersebut. Anaknya pun mengalami luka.