“Setelah korban menjalani perawatan medis beberapa hari, baru tanggal 5 Mei 2022 korban melapor,” katanya.
Terpisah, ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kapolres Nias melalui Ps. Humas, Aiptu Yadsen F Hulu membenarkan jika pihaknya telah melakukan penetapan tersangka terhadap MZ.
Baca Juga:
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Ambon Mandek, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Menurutnya, MZ bukan hanya sebagai korban, karena telah dilaporkan atas kasus pengancaman.
"Jadi penetapan dia sebagai tersangka itu atas laporan pengancaman,"
"Benar jika MZ sudah melapor atas kasus pengeroyokan dan itu sudah ditetapkan tersangka, kemudian dia [MZ] juga dilaporkan atas kasus pengancaman dan ditetapkan tersangka," jelas Yadsen.
Baca Juga:
Polsek Siantar Utara Selesaikan Kasus Pengeroyokan dengan Problem Solving Efektif
Ia menjelaskan bahwa penetapan MZ sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian tahapan.
"Penyidik sudah melakukan penggeledahan dan olah TKP, namun tidak ditemukan BB berupa sajam, kemudian Penyidik melakukan gelar perkara dan dari hasil gelar perkara tersebut MZ ditetapkan sebagai tersangka," tutup Yadsen.[rgo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.