“Kalau enggak ditunjuk, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan, nanti pemerintah juga yang disalahkan,” kata Fadli Zon.
Selain sebagai penanggung jawab pelestarian, Gusti Tedjo juga diminta berperan sebagai penengah bagi dua kubu yang berseteru dalam klaim kekuasaan Keraton Surakarta.
Baca Juga:
2 Kubu Keraton Solo Akhirnya Bertemu Usai 10 Tahun Berkonflik
“Terkait musyawarah mufakat soal pewaris tahta, nanti beliau akan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama,” kata Fadli Zon.
Acara penyerahan SK yang semula direncanakan berlangsung di Sasana Parasdya akhirnya dihentikan akibat adu mulut antara dua kubu Keraton.
Fadli Zon kemudian meninjau langsung kawasan Keraton Surakarta yang dinilai membutuhkan renovasi besar, terutama di Kompleks Keputren.
Baca Juga:
Gibran Siap Jadi Penengah Konflik Keluarga Keraton Solo
Usai peninjauan, SK Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tersebut akhirnya diserahkan kepada Tedjowulan di Sasana Hadrawina.
“Sebenarnya SK ini sudah kita serahkan beberapa hari lalu di Jakarta, ini cuma formalitas saja supaya ada foto yang bagus,” kelakar Fadli Zon.
Sementara itu, Gusti Tedjo menyatakan siap menjalankan mandat negara terkait pelestarian dan pemanfaatan Keraton Surakarta.