WAHANANEWS.CO - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pemerintah pusat tidak kembali melakukan pemangkasan dana bagi hasil (DBH) yang dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah.
"Bismillah, mudah-mudahan enggak," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:
Serangan Ubur-ubur Impes di Pantai Sepanjang, Wisatawan Jadi Korban
Pernyataan tersebut disampaikan merespons kekhawatiran adanya penyesuaian kembali DBH oleh pemerintah pusat, yang sebelumnya juga sempat disinggung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco.
Menurut Baco, terdapat kemungkinan DBH DKI Jakarta kembali mengalami penurunan seiring prioritas pemerintah pusat terhadap program-program sosial yang membutuhkan anggaran besar.
"Bisa jadi, DBH kita turun lagi. Pemerintah pusat lagi gemar-gemarnya urusan sosial yang menyenangkan masyarakat dan perlu dana besar," ungkap Baco.
Baca Juga:
Pasar HP Global Lesu, Apple dan Huawei Jadi Pengecualian
Ia menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak mengganggu stabilitas anggaran daerah.
Selain itu, Baco juga mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lebih dioptimalkan kontribusinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan aset-aset milik daerah secara maksimal serta penerapan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk memperkuat pendapatan daerah.