WAHANANEWS.CO - Seorang pria lanjut usia di Ponorogo akhirnya menghirup udara bebas setelah dua dekade hidup terkurung di kandang besi buatan keluarganya sendiri akibat dugaan gangguan jiwa yang dideritanya.
Polisi mengevakuasi pria bernama Sukirno atau Kirno (60) yang dipasung keluarganya selama sekitar 20 tahun karena disebut mengalami gangguan kejiwaan.
Baca Juga:
Geledah Rumah Direktur RSUD Ponorogo, KPK Sita Jam Tangan Mewah hingga Rubicon
Peristiwa ini terjadi di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dan terungkap pada Jumat (30/1/2025) setelah aparat menerima laporan serta video kondisi korban beredar luas di media sosial.
Kirno diketahui telah dipasung sejak 2006 di dalam kurungan besi berukuran kurang dari satu meter yang ditempatkan di area rumah keluarga.
Pihak keluarga beralasan pemasungan dilakukan karena Kirno kerap membahayakan keselamatan anggota keluarga lainnya sehingga mereka memilih langkah tersebut demi mencegah hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga:
Balon Udara Bermuatan Petasan Jatuh di Pekarangan Warga Ponorogo, Picu Kepanikan
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video kondisi Kirno selama dipasung viral di berbagai platform media sosial dan memicu respons cepat dari aparat kepolisian.
Sarti, adik kandung Kirno, menuturkan bahwa sang kakak awalnya menjalani kehidupan normal sebelum akhirnya mengalami perubahan perilaku setelah mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa.
"Sakit jiwa kan dulu cari ilmu Jawa. Dia itu umurnya masih belum cukup, jadi ilmu Jawa yang masuk termasuk tingkat tinggi yang diminta. Akhirnya belum kuat kondisi kebatinannya. Jadinya seperti itu," ujar Sarti.