Eri hanya berpesan, kegiatan yang digelar harus benar-benar menginspirasi dan mencerminkan karakter khas arek-arek Suroboyo.
"Soal konsep outfit-nya, silahkan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi. Ojok pating pecotot (tidak rapi) dan sing gak karu-karuan (tidak pantas), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo," ujarnya.
Baca Juga:
Korban KMP Mutiara Santosa 2, Sebanyak 232 Orang Dievakuasi 5 Meninggal
Eri menambahkan, pada November 2021, Pemkot Surabaya telah meluncurkan program di Jalan Tunjungan berupa 'Tunjungan Romansa'.
Konsep tersebut disediakan sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.
"Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan," kata Eri.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong Perluasan KUR Ekraf agar Pelaku Industri Kreatif Lebih Mudah Akses Pembiayaan
Sedangkan terkait fashion, kata dia, Pemkot Surabaya juga telah memfasilitasi dalam berbagai pergelarannya.
Termasuk dengan menampilkan brand-brand lokal dan Usaha Mikro Kecil secara rutin, lewat Surabaya Fashion Week dan program lainnya. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.