Menurut Suwarno, kondisi tersebut berbeda dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau sehari sebelumnya yang mengalami puluhan erupsi.
"Tanggal 17 Agustus 2026 kemarin terjadi erupsi sebanyak 20 kali," ujar Suwarno.
Baca Juga:
Berstatus Siaga, Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali
PVMBG tetap melakukan pemantauan intensif karena karakter aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah dalam waktu relatif cepat.
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam," kata Suwarno.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan hembusan masih terekam oleh peralatan pemantauan sehingga menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Baca Juga:
Berstatus Siaga, Gunung Anak Krakatau Meletus 7 Kali
Menurut Suwarno, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut masih berada dalam kondisi yang terus dipantau dengan penerapan langkah mitigasi berdasarkan perkembangan aktivitas dan rekomendasi PVMBG.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau juga diminta mematuhi radius bahaya yang ditetapkan otoritas untuk menghindari risiko erupsi maupun lontaran material vulkanik.