"Abu vulkanik sudah terjadi sejak tiga hari terakhir ini," kata Riko di Lampung Selatan.
Menurut Riko, abu yang mencapai kawasan permukiman telah menimbulkan keluhan dari masyarakat Pulau Sebesi.
Baca Juga:
Berstatus Siaga, Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali
"Sudah banyak warga di sini mengeluhkan abu vulkanik," ujar Riko.
Warga saat ini membutuhkan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.
Permintaan masker tersebut muncul setelah masyarakat mulai mengeluhkan gangguan pernapasan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin menuju Pulau Sebesi.
Baca Juga:
Berstatus Siaga, Gunung Anak Krakatau Meletus 7 Kali
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir dengan jumlah erupsi yang berubah cukup signifikan dari hari ke hari.
Pada Minggu (16/8/2026), Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami delapan kali letusan dengan tinggi kolom letusan berkisar 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah.
Sehari kemudian pada Senin (17/8/2026), gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat mengalami 20 kali erupsi dalam sehari.