Hal ini disebabkan aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan juga gelombang atmosfer Kelvin yang aktif sepekan ke depan.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di sejumlah wilayah, mulai dari Samudera Hindia sebelah barat Aceh, Laut Natuna, Samudera Pasifik Sebelah utara Papua, Australia bagian utara dan di Teluk Carpentaria.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Fenomena ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Laut Natuna, laut Cina Selatan, Pulau Sumatera bagian tengah, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.
Daerah konvergensi lain memanjang ke Kalimantan bagian tengah dan selatan, Sulawesi bagian tengah-selatan, dan Maluku. Sementara daerah konfluensi juga terpantau di Maluku utara.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi.
Baca Juga:
BMKG: Hari Raya Idulfitri, Waspada Hujan Lebat di Dua Hari Lebaran
Berikut rincian prediksi cuaca daerah Jabodetabek menurut BMKG:
18 Desember pukul 07.00 WIB
BMKG menyebut periode ini Jabodetabek "secara umum cerah berawan."