"Ini tentunya sangat memberatkan dan mempengaruhi bagi kami. Khususnya soal pupuk, ada yang mahal," ucapnya.
Saat disinggung dampak yang dirasakan oleh para petani tembakau dengan diadakannya Festival Tembakau, Otong mengaku sangat terbantu karena dapat memperkenalkan produk tembakau asal Sumedang.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Buka Hari Relawan PMI dan Tutup GSK PMI Tahun 2025
"Jadi selain ajang silaturahmi dengan para petani tembakau dan penikmat tembakau. Melalui kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat, karena dapat bertukar informasi dengan para petani tembakau dari luar Sumedang. Tak hanya itu, kita juga sekarang melakukan MoU dengan Gresik," ucapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan, untuk lahan pertanian di Kabupaten Sumedang sendiri, terdapat sekitar 2500 hingga 2800 hektar.
"Untuk meningkatkan produksi sendiri, kita ada intensifikasi dan ekstensifikasi. Kalau intensifikasi jelas untuk meningkatkan produksi tembakau dengan pola tanam inovasi, teknologi dengan penelitian dan sebagainya. Dan untuk ekstensifikasi yakni memperluas tanaman tembakau," terangnya.
Baca Juga:
Baznas Sumedang Buka Booth Donasi Bencana Alam Sumatera di Momentum Hari Amal Bakti ke-80
Sebagai salah satu daerah yang menjadi kontributor tembakau di Indonesia, termasuk keluar Jawa, dan sekitarnya. Tuti mengaku, Pemda Sumedang sedang berupaya menyusun regulasi agar dapat berpihak terhadap petani tembakau.
"Kita juga mengimbau agar para petani tembakau segera dilegalisasi sehingga dapat mengurangi tembakau yang ilegal," ucapnya.
Dengan Festival Tembakau ini, tambah Tuti, merupakan salah satu upaya untuk memperluas promosi.