"Jika kondisi angin kencang terus berlanjut, kebakaran bisa mencapai 100 hektar, ditambah banyaknya ilalang dan musim kemarau," ungkapnya.
Hingga saat ini, ada dugaan kebakaran berasal dari pinggir jalan, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Baca Juga:
DPR Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Koordinasi Daerah Harus Diperkuat
"Medannya terjal dan berbukit, api diduga berasal dari pinggir jalan akibat aktivitas manusia," jelasnya.
"Kami mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena medan yang berbahaya bagi petugas," tambahnya.
Karena medan yang terjal dan dipenuhi ilalang kering, pihaknya menggunakan alat dan memadamkan api secara manual.
Baca Juga:
Dampak El Nino Ekstrem dan Buruknya Tata Kelola, WALHI Ungkap 11 Ribu Titik Panas di RI
"Kami tidak bisa langsung naik ke atas karena lahan di bawah masih terbakar. Kami menggunakan alat-alat canggih seperti jet shooter secara manual," tutupnya.
Sementara itu, beredar di media sosial Instagram bahwa kawasan wisata Bukit Holbung terbakar pada Minggu (14/7/2024).
Dalam video berdurasi 15 detik yang diunggah @ceritamedan, terlihat kobaran api melahap seluruh bagian bukit.