WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aksi penyelamatan berubah menjadi tragedi ketika seorang mahasiswi bernama Gita Ompusunggu (19) meregang nyawa di perairan Danau Toba usai menyelamatkan empat temannya yang nyaris tenggelam di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu (3/1/2025).
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat korban bersama puluhan rekannya tengah menggelar kegiatan kebersamaan di kawasan Pantai II Danau Toba.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Danau Toba Berkelanjutan
Korban diketahui datang bersama 32 orang remaja Gereja GPDI Silando dalam rangka perayaan tahun baru sekaligus pembubaran panitia Natal.
“Mereka menggunakan 2 unit mobil dan 1 unit sepeda motor untuk melaksanakan perayaan tahun baru sekaligus pembubaran panitia natal Gereja GPDI Silando tahun 2025,” ujar Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/1/2025).
Saat rombongan menikmati aktivitas berenang, empat orang teman korban mendadak terseret arus danau hingga mengalami kesulitan berenang.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran: Sinergi BPODT dan Media Lokal Perkuat Percepatan Kebangkitan Pariwisata Danau Toba
Melihat kondisi tersebut, Gita bersama beberapa rekannya tanpa ragu langsung terjun ke air untuk menyelamatkan keempat temannya yang hampir tenggelam.
“Melihat keempat temannya tenggelam, korban dan beberapa orang temannya berusaha menolong keempat temannya tersebut,” kata Libertius.
Upaya penyelamatan berhasil membawa keempat korban ke tepian danau dalam kondisi selamat.
Namun setelah memastikan teman-temannya aman, Gita diduga mengalami kelelahan berat akibat menguras tenaga di tengah arus dan kedalaman danau.
“Namun saat penyelamatan itu, diduga korban Gita kelelahan hingga akhirnya dia tenggelam,” ujar Libertius.
Laporan kejadian tersebut segera diterima aparat dan diteruskan kepada tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah dilakukan penyisiran intensif selama beberapa jam, jasad Gita akhirnya ditemukan pada sore hari di sekitar kawasan pantai.
“Korban ditemukan di sekitar lokasi pantai dalam keadaan meninggal dunia,” kata Libertius.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit HKBP Balige guna memastikan kondisi medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit HKBP Balige untuk memastikan keadaan korban,” ujarnya.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan jenazah telah diserahkan kepada orang tua untuk dimakamkan di kampung halaman.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]