Para pelaku yang membawa senjata api lantas mengejar pilot dan kopilot. Mirisnya, pilot dan kopilot pesawat Smart Air tertangkap lalu dibawa ke landasan pacu.
"Tidak lama kemudian, korban ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan terhadap oleh para pelaku," ujar Faizal.
Baca Juga:
DPD RI Temui Menkopolkam Bahas Eskalasi Kekerasan dan Kondisi Pengungsi di Papua
Penembakan itu membuat pilot dan kopilot meninggal dunia di tempat. Dari hasil olah TKP juga mengungkap badan pesawat dipenuhi tembakan.
"Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat," beber Faizal.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo memastikan 13 penumpang pesawat Smart Air berhasil menyelamatkan diri. Para penumpang merupakan warga lokal.
Baca Juga:
Disergap dari Dua Arah, Satgas Cartenz Terlibat Baku Tembak 30 Menit di Yahukimo
"Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dipastikan selamat. Mereka merupakan warga lokal yang segera mengamankan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing," kata Yusuf.
Sementara pelaku masih dalam pengejaran. Kelompok Elkius Kobak dilaporkan melarikan diri ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang berbatasan dengan Boven Digoel setelah melakukan penyerangan.
"Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak," ungkapnya.