Penyerangan itu sempat membuat sejumlah warga dilaporkan mengungsi termasuk guru dan tenaga kesehatan. Teror KKB juga membuat Ditjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara 11 bandara atau satuan pelayanan (satpel) lapangan terbang (lapter) yang tersebar di wilayah Papua.
Kesebelas bandara hingga lapter tersebut adalah Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu dan Lapter Beoga. Bandara itu kembali dibuka usai situasi keamanan dianggap telah aman dan kondusif.
Baca Juga:
DPD RI Temui Menkopolkam Bahas Eskalasi Kekerasan dan Kondisi Pengungsi di Papua
KKB pimpinan Elkius Kobak kembali menebar teror terhadap penerbangan perintis usai menembak pesawat milik PT AMA. Pesawat awalnya berangkat dari Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (2/7).
"Pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa 1 orang pilot dan 7 penumpang," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa dalam keterangannya.
Pesawat dengan registrasi PK-RCY itu dipiloti Nicholas F Goselin, warga negara asal Amerika Serikat (AS). Pesawat yang membawa 7 penumpang itu mendarat di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Yahukimo, sekitar pukul 06.46 WIT.
Baca Juga:
Disergap dari Dua Arah, Satgas Cartenz Terlibat Baku Tembak 30 Menit di Yahukimo
"Berdasarkan laporan awal, tidak terdapat penyampaian informasi mengenai situasi keamanan dari Lapangan Terbang Balinggama sebelum pesawat mendarat," tuturnya.
Pilot sempat melaporkan pendaratan pesawat hingga komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut tiba-tiba terputus. Belakangan pilot meninggal di lokasi, lalu pesawat AMA dibakar sampai menyisakan puing.
Lokasi penyerangan berada di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi ini membuat aparat penegak hukum tidak bisa langsung menjangkau lokasi untuk melakukan penanganan pada hari kejadian.