WAHANANEWS.CO, Kota Depok – Gunjingan politik Kota Depok kembali menghadirkan dinamika. Ditengah rumor yang sempat berhembus, yakni soal merenggangnya hubungan antara Wali Kota Depok Supian Suri dan mantan Wali Kota Mohammad Idris pasca-Pilkada Kota Depok 2024 yang lalu. Disebut-sebut sebuah pertemuan penting akhirnya terjadi.
Pertemuan itu diinisiasi oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, yang disebut menjadi sosok kunci dalam menjembatani komunikasi dua tokoh besar ini. Momen ini menjadi sorotan, mengingat sebelumnya beredar asumsi bahwa hubungan keduanya memburuk sejak Supian Suri maju dalam Pilkada Depok 2024.
Baca Juga:
Kota Depok Raih Penghargaan Kesehatan dari Jawa Barat
Sinyaliran paradoksal, perjalanan keduanya tidak dapat dilepaskan dari kedekatan panjang. Supian Suri adalah figur birokrat yang tumbuh dan bersinar di bawah kepemimpinan Mohammad Idris selama satu dekade. Kariernya menanjak signifikan di birokrasi Kota Depok dengan pelbagai jabatan strategis hingga dipercaya menjadi birokrat nomor satu selama tiga tahun dengan menjabat sebagai sekretaris Daerah sejak 22 Juli 2021 hingga akhirnya mundur pada 1 Juni 2024 untuk mengikuti kontestasi pilkada.
Selama menjabat Sekda, Suri tampil aktif di tengah masyarakat. Ia kerap menjadi representasi langsung dari wali kota dalam berbagai agenda publik. Perannya bahkan dinilai setara dengan intensitas kehadiran Wakil Wali, Imam Budi Hartono Hal ini membuat namanya semakin dikenal luas. Dari sinilah, popularitasnya sebagai figur calon pemimpin kota, nyaris menenggelamkan keterkenalan Iman Budi Hartono.
Kemenangan Supian Suri dalam Pilkada Depok 2024 yang mengantarkannya memimpin periode 2025–2030 pun memperkuat narasi bahwa ia bukan sekadar birokrat biasa saja, akan tetapi juga aktor politik yang licin.
Baca Juga:
Ingin Berantas Buta Baca Al-Quran di Kalangan Pelajar oleh Wali Kota Depok Supian Suri
Namun, walau isu pertikaian antara Suri dengan Idris sempat menjadi perbincangan hangat. Namun begitu, sebagian kalangan menilai adanya sengketa perasaan tersebut sulit dipercaya. Pasalnya, hubungan keduanya selama bertahun-tahun dikenal solid. Suri bahkan disebut-sebut sebagai andalan utama Idris dalam menjalankan roda pemerintahan kewaliannya.
Dari sudut pandang ini, polemik yang muncul lebih dianggap sebagai bagian dari “politiking”—dinamika wajar dalam perebutan kekuasaan dan pengaruh, bukan konflik personal yang mendalam. Belum ada yang mengetahui soal-pangkal kisruh yang menjadi sebab-musabab yang memperburuk hubungan sejoli kepemimpinan Kota Depok ini. Atau, sekadar dinamisme internal di tubuh PKS--Kota Depok--yang masih menjadi polemik antara belakang dan hadapan panggung.
Ditengah polemik inilah, muncul Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna yang tampil sebagai mediator islah Idri - Suri. Peran inisiasi Supriatna ini diakui oleh Ketua DPD PKS Kota Depok, Heridianto. Ia mengaku mengetahui langsung kabar pertemuan tersebut dari Pradi maupun dari pihak lain.