Ia juga
ingin memastikan, kiriman oksigen dari Jabar sudah berdatangan.
Saat
Ganjar datang, pihak Samator menjelaskan bahwa proses produksi belum bisa
optimal.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Namun, untuk kiriman
oksigen dari Jabar, sebagian sudah sampai.
"Kemarin
produksi terhenti karena listrik mati. Dari PLN sudah bergerak dengan
mengalihkan aliran ke pabrik ini. Karena oksigen sekarang masuk sebagai
produksi sangat vital, maka solusinya harus cepat. Tapi problemnya tidak
berhenti sampai di situ. Setelah listrik menyala, ternyata butuh waktu sekitar
10 jam untuk bisa menghasilkan oksigen," kata Ganjar.
Akibat
kejadian itu, cadangan oksigen di Jateng hilang sekitar 60 ton.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Untuk
itu, dirinya tadi malam sudah meminta pengiriman pasokan oksigen dari Jabar
dipercepat dan meminta Kapolda beserta timnya untuk mengawal.
"Saya
kontak-kontakan dengan Pak Kapolda, mereka mengawal dari Cilegon. Pak Menko Marves
juga telepon saya untuk memastikan. Hari ini saya cek, kiriman dari
Cilegon sudah datang satu. Kita pakai dulu, yang lain mungkin sebentar
lagi," ucapnya.
Dari
satu tangki oksigen yang sudah datang itu, sebagian sudah dikirim untuk pemenuhan
oksigen di Semarang dan Rembang yang sudah dikirim pagi tadi.