Sementara
satu tangki lagi sedang diisi untuk keperluan pasokan di Boyolali.
"Jadi
prosesnya berjalan, sudah dikirim ke daerah. Saya minta ada yang
memantau," jelasnya.
Baca Juga:
PLN Luncurkan Program Gelegar SwaCAM, ALPERKLINAS: Ini untuk Bangun Kemandirian Konsumen Listrik
Ganjar
menegaskan, sudah komunikasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik
di pabrik oksigen itu aman.
Dari
kejadian kemarin, Ganjar mengatakan terima kasih karena PLN langsung turun
tangan melakukan perbaikan.
"Saya
sudah komunikasi, PLN langsung turun tangan. Bahkan GM-nya langsung datang ke
sini. Hari ini ada rapat dengan Direktur PLN terkait hal ini. Harapan saya, ada
backup energi untuk menjaga keajegan
suplai di sini," pungkasnya.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Apel Penyalaan Serentak Pasang Baru dan Tambah Daya 1.700 Pelanggan
Sementara
itu, Humas Samator Kendal, Ikhsan, mengatakan, aliran listrik padam sekitar pukul 12.00,
kemarin.
Listrik
baru menyala sekitar pukul 18.00 sore.
"Listrik
mati, dampaknya mesin mati. Jadi otomatis tidak bisa produksi. Setelah hidup
pun, kami butuh waktu untuk warming up
sekitar 6-8 jam, baru liquid bisa
diproduksi," ucapnya.