MJO
merupakan fenomena di atmosfer yang mengindikasikan pergerakan sistem
konvektifitas udara skala besar.
"Apalagi
juga muncul gangguan gelombang Rossby
yang dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem," terang Wayan.
Baca Juga:
Mensesneg: Kecepatan Penanganan dan Kemudahan Layanan Jadi Prioritas Pemulihan Pasca Bencana
Berdasarkan
pemetaan, curah hujan dengan intensitas lebat disertai kilat atau petir dan
angin kencang setidaknya berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jatim.
Selain
Surabaya, juga terjadi di Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang,
Nganjuk, Tulungagung, Batu, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Pamekasan,
Mojokerto, dan Madiun.
Lalu,
Ponorogo, Magetan, Pacitan, Tuban, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan,
Probolinggo, Lumajang, Gresik, Sumenep, Bangkalan, hingga Sampang.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jabodetabek hingga Awal 2026
"Bagi
masyarakat pesisir serta para pengguna transportasi laut harap mewaspadai
adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Jawa Timur," tutup Wayan. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.