Namun, terkendala kelangkaan dan mahalnya harga minyak, produksi minyak jelantah ini mulai susah.
"Sekarang buat jelantah susah, minyaknya lagi langka juga mahal," tuturnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Selain minyak jelantah, ibu-ibu tersebut juga memanfaatkan berbagai macam sampah.
Seperti kertas, bungkus minuman saset, botol, plastik, kaca dan besi.
Nantinya, sampah tersebut akan didaur ulang menjadi karpet, kursi, tas dan barang-barang lainnya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
"Kami bersama-sama membentuk bank sampah, semacam bank sampah kecil. niat kami membiasakan mulai dari sekarang peduli lingkungan," ucapnya. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.