Namun, proyek monorel tidak berlanjut setelah masa jabatan Sutiyoso berakhir pada 2007 dan tidak diteruskan oleh gubernur-gubernur setelahnya.
“Pada 2004 supaya cepat bisa kami selesaikan, dicanangkan oleh Presiden Megawati,” ujar Sutiyoso.
Baca Juga:
Dr Karmila Sari Salurkan Aspirasi PIP, KIP Kuliah, dan Revitalisasi Sekolah untuk Rokan Hilir Jelang Ramadhan 1447 H
Ia menjelaskan, pencanangan oleh Presiden menandakan seluruh aspek proyek telah siap, mulai dari perencanaan hingga investor yang saat itu berasal dari China, namun proyek terhenti karena masa jabatannya berakhir.
“Tapi saya harus berhenti tahun 2007 kan,” katanya.
Akibat terhentinya proyek tersebut, tiang-tiang monorel yang sudah terpasang dibiarkan mangkrak selama puluhan tahun hingga berubah menjadi besi tua yang merusak estetika kota.
Baca Juga:
KPK Tangkap Pejabat Pajak, Bea Cukai Ikut Disorot
Sutiyoso menilai kondisi tersebut menuntut adanya kepastian karena proyek yang mangkrak terlalu lama hanya menyisakan masalah tata kota.
“Dalam kondisi seperti itu harus ada satu keputusan yang jelas,” ucap Sutiyoso.
Ia menegaskan, keputusan yang diambil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar tiang monorel merupakan langkah paling tepat meski membutuhkan biaya besar.