“Kepastian inilah yang selama ini ditunggu,” kata dia.
Sutiyoso juga menyampaikan apresiasinya kepada Pramono Anung yang dinilai berani mengambil keputusan meskipun konsekuensinya adalah pengalokasian anggaran pembongkaran dan penataan kawasan.
Baca Juga:
Tanpa Kembang Api, Jakarta Himpun Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana
“Seenggak enak apa pun, keputusan ini paling tepat,” ujarnya.
Ia berharap proses penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar hingga ujung Jalan HR Rasuna Said.
Baca Juga:
Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Ini Alasan Gubernur Pramono
Biaya pembongkaran tiang monorel tersebut mencapai Rp 254 juta, sementara anggaran penataan kawasan disiapkan sekitar Rp 102 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan jalan, saluran air, trotoar, taman, serta penerangan jalan di sepanjang kawasan.
Pramono menargetkan seluruh proses penataan rampung pada September 2026.