WahanaNews.co, Humbang Hasundutan - Baru-baru ini, telah menjadi perbincangan tentang penemuan piramida di Bakara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Ternyata, tidak jauh dari lokasi piramida tersebut, ditemukan 7 kerangka manusia.
Baca Juga:
Sidak Kapal Penumpang di Danau Toba, Bobby Nasution Kantongi Beberapa Temuan
Antropolog dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Defri Simatupang menjelaskan bahwa penemuan 7 kerangka manusia ini sejak tahun 2021.
Selain kerangka manusia, tim peneliti juga mengklaim menemukan fragmen gerabah dan pecahan mata uang asing yang berasal dari masa penjajahan Belanda.
"Dari hasil galian tahun 2021, kami menemukan tujuh ekofak kerangka manusia, tulang hewan, fragmen gerabah, lesung batu, keramik, hingga beberapa keping mata uang asing peninggalan masa Belanda" kata Defri, mengutip detikSumut, Sabtu (7/10/2023).
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Desak Pemerintah Buat Aturan Ketat untuk Kelestarian Otorita Danau Toba
Penemuan itu menurutnya masih dalam tahap awal. Pasalnya penemuan itu masih mengupayakan lanjutan riset.
"Tim kami para arkeolog yang masih mengupayakan lanjutan riset ekskavasi dari tahap I di tahun 2021," jelasnya.
Namun, penelitian tersebut hingga saat ini mengalami penundaan karena badan atau lembaga yang bertanggung jawab atas penelitian tersebut telah dibubarkan.
Sementara itu, Defri, yang kini merupakan seorang peneliti di BRIN, juga masih menunggu persetujuan pencairan dana untuk penelitiannya. Proposal penelitian yang telah diajukannya hingga saat ini belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah.
"Rencana tahun lalu di datang, sayang kantor sudah bubar. Masuk di BRIN belum ada dana atau proposal disetujui," bebernya.
Meski penelitian tersebut belum dilanjutkan, dia menjelaskan jika status penemuan itu merupakan milik timnya. Menurutnya, penemuan itu telah dikuburkan kembali di lokasi tempat ditemukannya kerangka.
Sebagai penanda, seluruh penemuan itu telah dibungkus ke dalam peti untuk membuat isi penemuan terjaga.
"Hasil penemuan masih kita pegang, yang temuan kerangka dikuburkan kembali dilokasi yang sama, namun sebelumnya dibuatkan peti untuk mengamankannya," katanya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]