Mereka tumbuh bersama di Dusun Glendongan itu.
Maka, kematian Fajar cukup membuatnya kaget, karena kurang lebih tiga puluh menit sebelum dianiaya, mendiang masih bertemu dengan Amin.
Baca Juga:
Kejar Jambret Berujung Tersangka, Komisi III DPR Turun Tangan
“Papasan saja di jalan. Saya tanya, mau ke mana, dari mana. Alasan dia mau ke daerah itu karena mau jaga biar rombongan (suporter) tidak masuk ke kampung,” ceritanya, detail.
Pekerjaan Fajar yang sebenarnya adalah seorang mitra ojek online.
Ia sering bekerja sampai malam, demi memenuhi kebutuhan pribadi.
Baca Juga:
UGM Serius Soroti Kasus Mahasiswa Tewas Bunuh Diri di Hotel Porta
Saat kejadian pengeroyokan, Fajar apes.
Padahal, niat hatinya hanya ingin menemani kawan jukir, malah dia menjadi korban aniaya.
“Fajar itu memang dikenal baik. Kenapa dia mau jaga kampung? Karena dari kasus sebelumnya, rombongan itu masuk ke kampung, ngelemparin orang sini,” tutur Amin.