WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia meresmikan penggunaan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lingkungan Kementerian Perdagangan. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar instansi untuk mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Peresmian SPKLU dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Fasilitas SPKLU yang berlokasi di area parkir Kementerian Perdagangan ini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi efektif melalui PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Peralatan dan Personil KHS di Monas, Perkuat Kesiapan Layanan Kelistrikan bagi Masyarakat
Fasilitas SPKLU tersebut dilengkapi dengan tiga unit _Electric Vehicle Direct Current_ (EVDC) type _Ultra Fast Charging_ dengan total enam konektor pengisian daya. Infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan layanan pengisian kendaraan listrik yang cepat dan andal guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik di lingkungan Kementerian Perdagangan.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Perdagangan dan PLN dalam menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik di lingkungan kementerian.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih sekaligus mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga:
Light Up The Dream, PLN UID Jakarta Raya Sambung Listrik Gratis untuk 92 Keluarga Prasejahtera di Jakarta
“Keberadaan SPKLU ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pegawai maupun masyarakat sehingga penggunaan kendaraan listrik semakin luas,” ujar Budi Santoso.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pembangunan SPKLU merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ia menjelaskan bahwa kendaraan listrik tidak hanya lebih efisien dari sisi energi, tetapi juga mampu menekan emisi karbon secara signifikan.
“Penggunaan kendaraan listrik adalah bagian penting dari transformasi energi menuju sistem yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga dapat mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Darmawan.
Sebagai tambahan informasi, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah mengoperasikan sebanyak 683 unit SPKLU di 385 lokasi yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Infrastruktur tersebut terdiri dari _Ultra Fast Charging_ di atas 60 kW sebanyak 145 unit, _Fast Charging_ 25–60 kW sebanyak 70 unit, serta pengisian daya _Medium Charging_ 22 kW sebanyak 468 unit.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menjelaskan bahwa kehadiran SPKLU di lingkungan Kementerian Perdagangan menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas jaringan infrastruktur kendaraan listrik di pusat-pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong peningkatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
“Kami terus memperluas pembangunan SPKLU di berbagai lokasi strategis agar masyarakat semakin mudah menggunakan kendaraan listrik. Kehadiran SPKLU di Kementerian Perdagangan ini menjadi simbol kolaborasi kuat antara PLN dan pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih,” ujar Andy Adcha.
Sekilas Tentang PLN UID Jakarta Raya
PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya adalah salah satu unit di bawah PT PLN (Persero) yang menjalankan fungsi pendistribusian listrik sampai ke pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi _Green, Lean, Innovative,_ dan _Customer Focused_ demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. Mengimplementasikan aspirasi tersebut dengan tetap mendukung program Pemprov DKI Jakarta, PLN UID Jakarta Raya melengkapi inisiatifnya melalui Jakarta _Smart Electricity_ (JSE) 3.0 dengan enam pilar: _Smart Services, Smart Business, Smart Infrastructure, Smart Living, Smart Mobility,_ dan _Smart Sustainability_.
[Redaktur: Amanda Zubehor]