Adapun, pembangunan dari pembangkit listrik tersebut telah mencapai lebih dari 94%.
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy Lie Luckman menjelaskan perusahaan saat ini tengah mengebut penyelesaian pembangunan pembangkit listrik berkapasitas total 2.ooo MW atau 2 gigawatt (GW) ini.
Baca Juga:
Lewat ‘Rumah BUMN’, PLN Ramaikan INACRAFT 2025
Sehingga diharapkan dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada awal 2022.
"Kemajuannya sudah 94% lebih. Memang untuk proyek sebesar ini banyak hal hal yang perlu kita kejar dan kita perbaiki di sana," kata Lie pada kesempatan yang sama.
Sementara itu, perusahaan menargetkan pasokan batu bara untuk pembangkit tersebut dapat dimulai pada akhir tahun ini.
Baca Juga:
Lewat ‘Rumah BUMN’, PLN Ramaikan INACRAFT 2025
Setidaknya perusahaan akan memasok 5 hingga 7 juta ton batu bara per tahunnya.
"Pasokan batu bara mulai akhir tahun ini, operasi di awal tahun depan," katanya.
Adapun proyek ini dikerjakan oleh PT Bhimasena Power (BPI).