"Apakah lokasi tersebut layak digunakan atau tidak. Kalau layak, why not bulan depan kami adakan lagi, bulan depan kami adakan lagi," ujar dia.
Dalam hal ini, Sambodo mengatakan bahwa terdapat 39 titik di wilayah Jakarta yang kerap dijadikan sebagai lokasi gelaran balap liar.
Baca Juga:
Warga Apresiasi Tindakan Polisi Bubarkan Balapan Motor Liar
Menurutnya, kanalisasi kegiatan-kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat balapan tersebut tak menjadi liar lagi. Selain itu, kata dia, para pembalap memiliki wadah resmi untuk dapat melakukan kegiatan tersebut.
"Korban kecelakaan balap liar itu cenderung tidak tercatat karena tidak dilaporkan. Mereka tabrakan, kecelakaan langsung dibawa. Sehingga mereka tidak melapor ke kita. Tapi dengan adanya street race ini, kecelakaan bisa enggak ada," tandasnya.
Sebagai informasi, tercatat ada sekitar 350 pembalap jalanan yang mengikuti kegiatan street race tersebut hari ini. Balapan diikuti beberapa kelas, yakni matic empat, sport dua tak, kelas sunmori, bebek dua tak, bebek empat tak, kelas FFA, sport 4 tak, dan kelas vespa.
Baca Juga:
Forkopimda Tandatangani Komitmen Pemberantasan Narkoba, Kejahatan Seksual Terhadap Anak, KDRT, dan Balapan Liar
Ajang balapan itu semula dicetuskan oleh Kapolda Metro Jaya yang mengaku ingin merangkul para pemuda yang kerap melakukan balap liar dengan membuat sebuah kegiatan balapan resmi.
Kaplda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menekankan bahwa gelaran street race tersebut harus menggantikan ajang balap liar yang marak terjadi. Lewat balapan itu, Fadil tak ingin lagi ada yang disebut ajang balapan liar di kawasan DKI Jakarta. Ia memastikan, kegiatan tersebut bakal diakomodir.
"Hari ini Polda Metro Jaya telah mewadahi, harapannya tidak ada lagi kata balap liar. Yang ada transformasi balap jalanan," ucap Fadil dalam sambutannya. [rin]