“Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden ketika Rakornas kemarin, tetapi bagi Jakarta kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin,” ujar Pramono.
Menurutnya, sebanyak 171.134 petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta, PMI, TNI-Polri, serta unsur lainnya ikut terlibat dalam kerja bakti besar-besaran itu.
Baca Juga:
Estimasi Biaya Pembongkaran Tiang Monorel Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar dari Total Biaya Termasuk Penataan Trotoar dan Badan Jalan
Selain personel, Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 60 unit ekskavator untuk mengeruk sedimentasi di berbagai titik rawan genangan.
Sebanyak 144 unit dump truck turut disiagakan untuk mengangkut sampah dari 66 titik lokasi kerja bakti di seluruh Jakarta.
Di Jakarta Timur, fokus kerja bakti dipusatkan di kawasan permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu yang kerap terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.
Baca Juga:
Jangan Terkecoh oleh Visual Viral yang Mengkritik Pramono Anung: Pembongkaran Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Penyesuaian Subsidi Pangan Rp300 Miliar
Pramono menyebut kegiatan tersebut juga diinisiasi oleh PMI Pusat yang dipimpin Jusuf Kalla.
“Salah satu inisiator acara ini adalah PMI, dalam hal ini PMI Pusat Pak JK, beliau secara konkret memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, dan karung,” kata Pramono.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.