WAHANANEWS.CO, Wonogiri - GARUDA 24 JAM - Beredar video di media sosial yang memperlihatkan aksi penggerudukan oleh ratusan perangkat desa ke kantor Camat Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (5/6/2026).
Dalam kasus ini, Camat Selogiri Fredy Sasono menjadi sosok pimpinan yang didesak mundur oleh bawahannya sendiri.
Baca Juga:
Jembatan Kaca di Waduk Gajah Mungkur Dibuka Saat Lebaran, Cek Jam Operasional dan Harga Tiket
Bukan tanpa alasan, para perangkat desa itu menuding Fredy kerap bersikap arogan hingga merusak harmonisasi hubungan kerja antar pemerintah setempat.
Dalam unggahan Instagram @infocegatansukoharjo, pada hari yang sama, dilaporkan salah satu tindak-tanduk Fredy yang memunculkan polemik, terjadi saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026 lalu.
Saat itu, sejumlah perangkat desa di Selogiri bertugas sebagai petugas upacara, termasuk pengibar bendera.
Baca Juga:
Korban Rudapaksa Ayah Tiri di Wonogiri Didampingi Penuh Kemensos
Insiden saat Upacara Bendera
Saat prosesi berlangsung, terjadi insiden bendera yang sempat terlipat, kemudian petugas segera memperbaiki.
"Namun sebelum upacara selesai, Camat meminta petugas yang bertanggung jawab untuk push up," tulis postingan itu.
"Tindakan tersebut, oleh perangkat desa dianggap bisa mempermalukan petugas di hadapan peserta upacara lainnya," sambungnya.
Ucapan Tak Pantas di Forum Resmi
Dalam postingan yang sama, dilaporkan Camat Fredy kerap menggunakan kata-kata yang tidak pantas, termasuk dalam forum resmi pemerintahan.
Keluhan lainnya muncul saat perangkat desa diminta memaparkan penggunaan APBDes.
"Camat langsung main tunjuk saja tanpa mempertimbangkan penguasaan materi, sehingga yang diminta memaparkan merasa dipermalukan saat forum berlangsung," tulis postingan serupa.
Camat Fredy Sasono Ngaku Siap Dicopot
Atas aksi penggerudukan ini, Fredy Sasono menyerahkan keputusan ke pimpinannya terkait tudingan yang beredar.
Secara terpisah, Fredy Sasono selaku Camat Selogiri tidak membenarkan atau membantah tudingan-tudingan itu.
"Saya serahkan ke pimpinan," kata Fredy di Wonogiri, Jateng, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Fredy hanya mengatakan, akan menerima semua hasil keputusan dari pihak berwenang, yang akan memutuskan ia dicopot atau tidak.
"Namanya prajurit, ya siap (dicopot)," tukasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas berwenang ihwal desakan Fredy Sasono mundur dari jabatannya.