WahanaNews.co | Kabupaten Dogiyai, Papua, masih mencekam, usai rusuh yang
terjadi Kamis (15/7/2021) malam hingga
Jumat (16/7/2021) pagi di Moenamani, Ibu Kota Kabupaten Dogiyai.
Hingga kini, aparat TNI-Polri masih berjaga di Moenamani.
Baca Juga:
Libatkan Sipil dan Militer, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sederhana
Sebagian warga pendatang memilih
mencari lokasi yang lebih aman ke Nabire, dengan jarak tempuh 8-10 jam
perjalanan lewat transportasi darat.
Amir, salah satu warga Dogiyai yang
saat ini ikut mengungsi ke Nabire, menjelaskan, sebagian
besar warga pendatang di Moenamani sudah berada di Nabire untuk mencari tempat
yang lebih aman.
"Kami menumpang di sejumlah rumah
keluarga dan kenalan dekat, mencari tempat yang lebih aman untuk sementara
waktu. Rata-rata warga pendatang di Moenamani adalah pedagang, sopir, dan ada beberapa yang PNS," jelas Amir, yang memiliki toko kelontong di Moenamani.
Baca Juga:
Bukan Cuma 4 Orang, Investigasi TAUD Ungkap Jaringan Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Amir menyebutkan, salah satu warga pendatang kena panah di pinggangnya.
Beruntung, panah berhasil dicabut di
RSUD Nabire, dan saat ini dalam perawatan.
"Kondisi teman saya ini membaik
dan sadar. Semoga kondisi di Moenamani cepat tertangani," jelas Amir,
Sabtu (17/7/2021).