"Tanahnya sudah kami siapkan, untuk tinggal kami membangun. Jadi DED (Detail Engineering Design)-nya sudah kami buat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumatera Utara agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat Sumut.
Baca Juga:
Penganiayaan di Samosir Buka Kembali, Korban Sebut Perdamaian Terjadi Dalam Kondisi Tidak Stabil
Sebab, ujar dia, pelestarian nilai-nilai budaya perlu dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif, sehingga tetap lestari, dan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
"Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri," katanya.
Ia juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh wilayah Sumut sebagai salah satu solusi mengatasi persoalan penyediaan air bersih di berbagai daerah.
Baca Juga:
Potong 15 Persen Dana Bantuan, Kejaksaan Bongkar Modus Korupsi Kadis Sosial Samosir
Ketua PSBI Effendi Simbolon menyampaikan tiga aspirasi utama yang menjadi persoalan mendasar di tengah masyarakat, yakni infrastruktur karena masih terbatas ketersediaan air bersih dan air irigasi di Samosir.
"Satu-satunya kabupaten yang di tengah air, tapi kekurangan air, baik air bersih maupun air irigasi," ujarnya.
Kedua, kata dia, operasional Aquafarm di kawasan Danau Toba.