WAHANANEWS.CO - Racun dari pabrik yang terbakar kini mengalir di Sungai Cisadane, mencemari aliran air hingga puluhan kilometer dan memicu peringatan serius bagi warga Tangerang Raya.
Sungai Cisadane di Tangerang Raya tercemar pestisida setelah pabrik di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terbakar, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten menyebut proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua minggu.
Baca Juga:
Kandungan Pestisida Anggur Shine Muscat Viral, YLKI Tegaskan Pentingnya Pengawasan Ekstra
Kepala DLH Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan pemerintah pusat hingga daerah turun langsung menangani pencemaran tersebut, sampel air yang diduga tercemar telah diambil, dan langkah pembersihan segera dilakukan.
"Nah, ini kan pabrik pestisida. Begitu kejadian kebakaran, akhirnya pestisida mengalir ke sungai. Dampak pestisida itu memang bahaya karena mengandung racun, jadi memang harus dibersihkan segera," kata Wawan di Kota Serang, Kamis (12/2/2026).
Wawan menjelaskan langkah teknis pembersihan akan dibahas bersama Kementerian Lingkungan Hidup, sementara kewenangan sungai berada di BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane), dan prosesnya diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu.
Baca Juga:
Rapid Test Tunjukkan Hasil Negatif Residu Berbahaya, Bapanas Jamin Anggur Muscat Aman
"Sementara ini kewenangan sungai ada di BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane). Mungkin ada pola-pola kalau memang ada sampah yang terindikasi pestisida, itu harus dibuang. Mudah-mudahan curah hujan cukup tinggi sehingga bisa membantu membawa arus. Targetnya mudah-mudahan dalam satu atau dua minggu bisa selesai," kata Wawan.
Sebelumnya, pabrik pestisida di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, terbakar pada Senin (9/2/2026), dan petugas pemadam kebakaran bahkan harus mengerahkan dua truk pasir untuk menjinakkan api yang bersumber dari bahan kimia.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut memeriksa kondisi Sungai Cisadane setelah kebakaran di kawasan pergudangan Serpong tersebut dan menyatakan pencemaran telah meluas sepanjang 22,5 kilometer.