“Sesuai SOP, sebelum ibadah dimulai, gereja harus sudah dalam kondisi steril,” kata La Ode.
“Setelah dinyatakan aman oleh tim Jibom, baru jemaat diperbolehkan masuk,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga:
Menhan Umumkan Mulai Desember TNI AD Jaga Kilang & Terminal Pertamina
Selain sterilisasi, petugas ditempatkan di pintu masuk gereja untuk melakukan pemeriksaan terhadap jemaat.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan metal detektor guna mengantisipasi masuknya benda-benda berbahaya ke area ibadah.
“Kami siapkan metal detektor dan lakukan pemeriksaan sesuai SOP,” ujar La Ode.
Baca Juga:
Jaksa Bermain di Proyek Pemerintah, Jaksa Agung Pastikan Tindak Tegas
“Jemaat kita kawal hingga kegiatan ibadah selesai,” katanya.
Ia menegaskan pengamanan ketat tetap diterapkan meski tidak ditemukan ancaman langsung.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kewaspadaan sekaligus komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.